<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Puasa on Dian Ariyanto</title><link>https://dianariyanto.com/tags/puasa/</link><description>Recent content in Puasa on Dian Ariyanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id-ID</language><lastBuildDate>Fri, 17 Jun 2016 18:19:07 +0000</lastBuildDate><atom:link href="https://dianariyanto.com/tags/puasa/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Bonus Sirup Rasa Jeruk</title><link>https://dianariyanto.com/bonus-sirup-rasa-jeruk/</link><pubDate>Fri, 17 Jun 2016 18:19:07 +0000</pubDate><guid>https://dianariyanto.com/bonus-sirup-rasa-jeruk/</guid><description>Teringat, saat saya masih kecil entah usia berapa waktu itu pertama kali diajarkan untuk berpuasa oleh kedua orang tua saya. Berat rasanya harus menahan lapar dan haus dari bakda subuh sampai maghrib, sebagai penyemangat belau selalu menjanjikan kepada saya untuk membelikan sebotol sirup rasa jeruk sebagai hadiah jika bisa berpuasa full tanpa bolong selama bulan ramadhan.
Lucu, sekaligus geli jika mengingatnya.. Betapa polos dan lugunya diri kita sewaktu kecil. Namun bukan soal itu yang akan saya bahas, melainkan lebih ke cerdas dan cerdiknya kedua orang tua saya untuk memancing semangat saya supaya mau berpuasa dengan memberikan apa yang saya inginkan.</description></item></channel></rss>